Dimulai dengan hari yang sibuk.. Dj masuk sekolah lagi. Semoga tidak ada Drama yang penuh dengan tangisan anak-anak hari ini.
Setelah menyiapkan Dj ke sekolah, saya kembali ke laptop. Ao yang bertugas antar Dj hari ini. Koneksi internet yang lambat, membuat saya harus berlama-lama menunggu semua hasil browsingan. Saya sedang mencari referensi lukisan kamasan untuk karya saya selanjutnya.
Jam 12 saya bersiap-siap untuk menjemput Dj dari sekolah. Saya mandi dan mengganti pakaian kerja saya (baca: piyama) dengan outfit of the day. Akhirnya saya memilih celana tenun print dari koleksi Pusaka buatan saya. Motif tenun print dari Indonesia Timur dengan palette warna yang terang dan menyala menjadi highlight of the day. Saya memadukan celana berpotongan Alladin itu dengan tank top abu-abu, cardigan over sized warna biru serta kalung lebah dari mainan anak-anak berbahan plastik. Siaplah saya berangkat menjemput Dj.
Setelah menjemput Dj, saya makan siang dengan AO dan kedua orang tua saya. Ikan asin Jambal Roti yang cukup langka di Bali menjadi favorit kami. Bandung banget kalau sudah menyangkut urusan makan..
Ada kejadian lucu ketika saya menjemput Dj di sekolah. Saya membawa Batman, si bayi beagle yang ada di rumah. batman hanya tidur tidur dan tidur selama dalam perjalanan. ketika sampai di sekolah Dj, saya melihatnya tidur di kolong kursi mobil, dan waktu saya cek di bawah kursi, ternyata dia tidur di atas sepatu baru yang raib sebelah, beberapa hari yang lalu... HORREEEE KETEMUUU!! Anjing ini membawa keberuntungan tersendiri buat saya. Karena hampir saja saya membeli sepasang sepatu yang sama karena tak sanggup merasa kehilangan.. hehehehe
Setelah itu saya melanjutkan aktifitas saya dengan berangkat ke kantor. Saya mengatur beberapa pekerjaan dan mengecek beberapa barang dan koleksi yang sedang saya jalankan.
Saya bergegas pulang ke rumah jam 5 sore ketika saya selesai mengerjakan beberapa hal di gudang Ketewel. Saya cukup terburu-buru karena jam 6 sore saya harus sudah siap untuk berangkat lagi ke Bali Fashion Festival di Kuta.
Show yang saya tunggu-tunggu hari ini adalah show Mas Ali Charisma. He is a nice person, a good mentor and a GREAT Designer. Saya berangkat bersama kedua orang tua saya, dan teman-teman saya Maya dan Maria.
Kali ini saya menggunakan Ping Blazer Dress dari label independent saya, mademoiselle Yang dengan dipadukan dengan scarf kuning dari katun dengan proses tenun cagcag dari Negara, Bali.
Saya menggunakan Shelley Clog Shoes buatan Pusaka by neliyo yang baru saya beli tadi.
The show was Great! Ini kali pertama saya datang ke sebuah fashion show dan bisa makan layaknya pergi ke kondangan. Dengan berbagai free flow cocktail dan makanan seperti sashimi, wagyu beef, pad thai, kambing guling, etc etc etc.... Jadi pertanyaannya adalah: "Ini mau nonton fashion show atau mau makan?"
Untuk design, saya masih merasa designer Indonesia jauh memiliki keunikan dibanding dengan designer lain dari manca negara. Designer Indonesia sepertinya lebih banyak bermain-main dengan bahan, tidak asal jadi dan beli jadi dari toko kain, bila memang bahan yang digunakan adalah bahan fabrikasi, biasanya mereka mengolahnya dengan cukup elegant. Two thumbs up!!
Even a great day have to end. Show Ali Charisma menjadi 'gong' tersendiri di hati saya... Great job, Mas Ali..
Enjoy...
Showing posts with label Go Blog. Show all posts
Showing posts with label Go Blog. Show all posts
Saturday, August 23, 2014
Monday, August 18, 2014
Day 8 Redbellion
Rebellion is the only thing that keeps you alive!!
-Marianne Faithfull-
Siap-siap mau jemput Dj, saya ganti baju menggunakan kemeja lengan pendek dengan kerah shantung dari bahan katun dan motif batik Madura warna merah. Untuk bawahan saya memilih celana pendek jeans dengan ikat pinggang bermotif tengkorak dan bling bling kristal di beberapa bagian. Tidak lupa, gelang kesayangan merk sendiri. Saya menggunakan alas kaki wedges yang cukup tebal dengan aksen kulit berwarna hitam yang cukup tough tapi dengan desain yang sederhana.
Sesudah menjemput Dj, saya langsung berangkat ke kantor. Di kantor pembicaraan yang saya lakukan dengan teman-teman saya sangat menarik, cukup menguak kehidupan saya yang 'memberontak' terhadap institusi dan administrasi. Yah cerita lama yang dibuka kembali. Dipikir-pikir baju ini pas sekali menceritakan semuanya.. Yupp.. Redbellion..
Saya ingat peraturan tidak tertulis di tempat saya dulu bekerja yang sangat menyangkut hal pribadi saya (dan sebenarnya saya tidak sepaham walau dipaksa mengangguk). And I rebel.
Saya ingat peraturan lain yang saya langgar. Saya makin yakin. I am a Rebel!!
Saya tidak suka dihakimi tentang kehidupan saya, saya hanya membuktikan bahwa hidup saya baik-baik saja. Toh tidak ada yang saya ganggu. Kalau mata mereka melihat kehidupan saya sekarang dan merasa terganggu, I think you better check your eyes.
Sekarang saya seorang ibu, jadi saya tidak mau bicara terlalu lantang atau terlalu banyak membandingkan. Saya masih belajar jadi seorang ibu jadi, yah mudah-mudahan saya berhasil menjadi ibu yang baik, setidaknya saya berusaha.
Lihatlah kain yang dibuat baju yang saya pakai hari ini. Bagian depan dan bagian belakangnya menunjukan motif yang berbeda. Mana yang salah? Mana yang benar? Saya pikir keduanya sangat cantik dan dapat saling menyeimbangkan. That's life isn't it? Salah dan benar hanya dapat dilihat dari kacamata seorang. Masalah kaca mata yang mana dan siapa yang melihat, well that's another point, not to be judge. Tergantung keputusan masing-masing. This is my choice, not yours..Just, Enjoy...

Saturday, August 16, 2014
Day 6 : Pelangi Indonesia
"Life is what happens while busy making other plans.."
(John Lennon)
Rencananya hari ini sudah sampai jam 8.30 pagidi pabrik kipas Wiracana. Tapi berhubung ada gangguan tidur semalam dan baru tidur jam 6 pagi, jadwal saya jadi mundur. Saya baru tiba di Wiracana jam 10.45. Teman-teman Urban Sketchers Bali sudah mulai menggambar terlebih dahulu.
Ayooo saya ngebut membuat sketsa.
Untung 2 buah sketsa bisa rampung. 1 tambahan belajar teknik "loyang" yang diajarkan suami saya alhasil ada 3 sketsa yang bisa saya berikan ke Pabrik Kipas Wiracana yang sudah mendunia ini...
Todays outfit menggunakan teknik-teknik jumputan. Saya menggunakan tanktop jumputan motif shibori Jepang yang dicelup menggunakan bahan-bahan natural lalu di bagian luar saya berikan aksen jumputan dari bahan rayon yang biasa disebut sebagai kain pelangi. Kain pelangi ini saya gantungkan di leher lalu saya ikatkan ikat pinggang kulit sebagai "penyatu" kedua bahan tersebut.
Untuk bawahan saya gunakan sesuai kebutuhan. Siang hari dengan kegiatan sketching, saya memilih menggunakan grey trousers dengan detail celana jeans dan untuk malam hari ketika saya bisa lebih bersantai dengan Dj, saya mengganti bawahannya dengan mini skirt hitam.
Kain pelangi sendiri adalah kain yang cukup dikenal di seluruh Indonesia. Kain ini menyebar dari Sumatera, Jawa hingga Bali. hal ini diakibatkan pembuatannya yang dianggap cukup mudah. Teknik tye dye atau celup ikat sendiri sebenarnya sangat populer di dunia. Di Jepang kita dapat menemukan Shibori, di India dengan motif tritik paisley dan pada tahun 60-an motif ini sangat populer di kalangan Flower Generations.
Jam 6 sore kami berangkat ke acara Jazz Market by The Sea di Taman Bhagawan. Menikmati suasana dengan musik gamelan modern, keroncong hingga sajian dari Tulus yang sudah saya nanti-nanti. Kami pulang lebih cepat tanpa mendengarkan musik dari Krakatau Reunion karena si kecil sudah mengantuk.. Tapi kami sangat menyukai suasana festival seperti ini. Minggu depan masih ada 2 festival yang saya nantikan.. Fashion Festival dan Sanur Festival...
Can't Wait to Enjoy More....
(John Lennon)
Rencananya hari ini sudah sampai jam 8.30 pagidi pabrik kipas Wiracana. Tapi berhubung ada gangguan tidur semalam dan baru tidur jam 6 pagi, jadwal saya jadi mundur. Saya baru tiba di Wiracana jam 10.45. Teman-teman Urban Sketchers Bali sudah mulai menggambar terlebih dahulu.
Ayooo saya ngebut membuat sketsa.
Untung 2 buah sketsa bisa rampung. 1 tambahan belajar teknik "loyang" yang diajarkan suami saya alhasil ada 3 sketsa yang bisa saya berikan ke Pabrik Kipas Wiracana yang sudah mendunia ini...
Todays outfit menggunakan teknik-teknik jumputan. Saya menggunakan tanktop jumputan motif shibori Jepang yang dicelup menggunakan bahan-bahan natural lalu di bagian luar saya berikan aksen jumputan dari bahan rayon yang biasa disebut sebagai kain pelangi. Kain pelangi ini saya gantungkan di leher lalu saya ikatkan ikat pinggang kulit sebagai "penyatu" kedua bahan tersebut.
Untuk bawahan saya gunakan sesuai kebutuhan. Siang hari dengan kegiatan sketching, saya memilih menggunakan grey trousers dengan detail celana jeans dan untuk malam hari ketika saya bisa lebih bersantai dengan Dj, saya mengganti bawahannya dengan mini skirt hitam.
Kain pelangi sendiri adalah kain yang cukup dikenal di seluruh Indonesia. Kain ini menyebar dari Sumatera, Jawa hingga Bali. hal ini diakibatkan pembuatannya yang dianggap cukup mudah. Teknik tye dye atau celup ikat sendiri sebenarnya sangat populer di dunia. Di Jepang kita dapat menemukan Shibori, di India dengan motif tritik paisley dan pada tahun 60-an motif ini sangat populer di kalangan Flower Generations.
Jam 6 sore kami berangkat ke acara Jazz Market by The Sea di Taman Bhagawan. Menikmati suasana dengan musik gamelan modern, keroncong hingga sajian dari Tulus yang sudah saya nanti-nanti. Kami pulang lebih cepat tanpa mendengarkan musik dari Krakatau Reunion karena si kecil sudah mengantuk.. Tapi kami sangat menyukai suasana festival seperti ini. Minggu depan masih ada 2 festival yang saya nantikan.. Fashion Festival dan Sanur Festival...
Can't Wait to Enjoy More....
Menggambar Suasana Pabrik Kipas Wiracana with Urban Sketchers Bali
Hasil Sketsa di atas kertas Kipas
Bersenang2 dengan DJ dan AO di acara Jazz Market by The Sea di Taman Bhagawan
Wednesday, August 13, 2014
Day 3 - The Cloud Nest
Hari ini Dj kembali ke sekolah.. Seperti biasa, di sela-sela Dj sekolah saya bisa bekerja atau melakukan kegiatan lain. Harus tetap aktif.
Sebelum berangkat saya bingung mau pakai baju apa (seperti biasa)> Akhirnya saya mengambil baju kemeja batik suami saya dengan motif Mega mendung khas Cirebon. Dulu saya pernah menggunakan motif ini dalam sebuah lomba, it's a stunning pattern. Lalu saya sangat menyukai kata "Mega" yang artinya awan. Ibu saya selalu bilang kalau saya terlahir di hari yang melambangkan awan. Saya selalu mengingat kata-kata tersebut.
Kata "mega" sangat membekas sampai akhirnya pada saat saya SMA dulu, saya mencat biru muda seluruh ruangan belajar saya dari dinding hingga ke langit-langit dan memberi gambar awan di sekelilingnya. Saya selalu menyebut kamar itu sarang awan... Yeepp cloud nest... Seperti alamat email saya yang tidak pernah saya ubah dari dahulu hingga sekarang. Itulah asal mulanya..
O iya, kembali ke styling project kita hari ini. Padu padannya adalah: high waist rok-celana (rok pendek dengan sisipan pola celana di dalamnya agar bisa bergerak lebih leluasa) dengan tank top hitam dan kemeja mega mendung suami, lalu saya lilitkan ikat pinggang lebar dari bahan kulit imitasi. Seharian saya melenggang dengan styling ini ditambah dengan tas kulit warna tembaga dengan lining sama dengan kemeja saya. (Kemeja itu saya jahitkan untuk suami saya pada acara tunangan kami dulu, sisa bahan saya jadikan kulit - ga mau rugi-). Siang hari yang terik, saya pakai juga kacamata vintage dengan aksen merah kesayangan saya..
Hari ini cukup cerah tanpa awan kecuali yang ada di baju saya... hehehehe..
Enjoy..

Sebelum berangkat saya bingung mau pakai baju apa (seperti biasa)> Akhirnya saya mengambil baju kemeja batik suami saya dengan motif Mega mendung khas Cirebon. Dulu saya pernah menggunakan motif ini dalam sebuah lomba, it's a stunning pattern. Lalu saya sangat menyukai kata "Mega" yang artinya awan. Ibu saya selalu bilang kalau saya terlahir di hari yang melambangkan awan. Saya selalu mengingat kata-kata tersebut.
Kata "mega" sangat membekas sampai akhirnya pada saat saya SMA dulu, saya mencat biru muda seluruh ruangan belajar saya dari dinding hingga ke langit-langit dan memberi gambar awan di sekelilingnya. Saya selalu menyebut kamar itu sarang awan... Yeepp cloud nest... Seperti alamat email saya yang tidak pernah saya ubah dari dahulu hingga sekarang. Itulah asal mulanya..
O iya, kembali ke styling project kita hari ini. Padu padannya adalah: high waist rok-celana (rok pendek dengan sisipan pola celana di dalamnya agar bisa bergerak lebih leluasa) dengan tank top hitam dan kemeja mega mendung suami, lalu saya lilitkan ikat pinggang lebar dari bahan kulit imitasi. Seharian saya melenggang dengan styling ini ditambah dengan tas kulit warna tembaga dengan lining sama dengan kemeja saya. (Kemeja itu saya jahitkan untuk suami saya pada acara tunangan kami dulu, sisa bahan saya jadikan kulit - ga mau rugi-). Siang hari yang terik, saya pakai juga kacamata vintage dengan aksen merah kesayangan saya..
Hari ini cukup cerah tanpa awan kecuali yang ada di baju saya... hehehehe..
Enjoy..
Subscribe to:
Posts (Atom)